Ragam
DLH Bulungan Pencemaran di Sungai 
DLH Bulungan Telusuri Dugaan Pencemaran di Sungai Kayan dan Jelarai
SELASAR.CO, Bulungan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan masih melakukan penelusuran terhadap dugaan pencemaran air sungai di wilayah Jelarai. Penelusuran dilakukan menyusul adanya informasi mengenai dugaan aliran yang diduga mengandung minyak atau oli.
Kepala DLH Bulungan, Ismail, S.Hut., M.Si., mengatakan pihaknya belum melakukan pengambilan sampel di lokasi yang dimaksud karena saat dilakukan pengamatan visual, aliran atau material yang dilaporkan sebelumnya sudah tidak terlihat.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat petugas harus terlebih dahulu menelusuri arah aliran untuk mengetahui sumber maupun lokasi material yang diduga mencemari sungai.
“Sedang dilakukan, coba kita susuri,” ujarnya, Jumat (2/10).
Berita Terkait
Ia menjelaskan, kondisi material yang berada di air dapat berubah karena terbawa arus sungai.
“Karena barang ini bergerak. Itu yang rumitnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Laboratorium DLH Bulungan, Zulfi, menjelaskan bahwa pengamatan di lapangan menjadi tahap penting sebelum dilakukan pengambilan sampel.
Menurut Zulfi, saat tim melakukan pengecekan di Sungai Kayan, Jalan Sabanar Lama, yang menjadi salah satu titik informasi dugaan pencemaran, tidak ditemukan lagi aliran yang diduga mengandung minyak atau oli.
“Berdasarkan pengamatan di lokasi depan lapangan Futsal Breezy, material yang dilaporkan sebelumnya sudah tidak terlihat.
Tak Ingin Sampel Diambil Sia-sia
Zulfi mengatakan, pengambilan sampel air untuk pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan secara sembarangan. Selain membutuhkan biaya, sampel harus diambil pada lokasi dan kondisi yang tepat agar hasil pemeriksaan dapat menggambarkan kondisi sebenarnya.
“Kalau kami paksakan tadi ngambil sampel, pasti hasilnya bagus-bagus saja. Untuk minyak lemak karena tidak ada kandungan minyak di situ tadi kami temukan,” jelasnya.
Zulfi pun menilai pengambilan sampel tanpa adanya objek yang hendak diperiksa akan menjadi tidak efektif.
“Sia-sia. Nah, makanya tadi. Tapi Pak Kadis sudah menugaskan untuk menelusuri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penelusuran akan dilakukan lebih lanjut oleh bidang terkait untuk mencari lokasi yang memungkinkan dilakukan pengambilan sampel.
Hasil Pengujian Sebelumnya Masih Sesuai Baku Mutu
Zulfi juga mengungkapkan bahwa DLH Bulungan sebelumnya telah melakukan pengujian kualitas air di sejumlah titik, termasuk di sekitar jembatan Sungai Selor dan jembatan Tanjung Palas. Pengujian tersebut dilakukan bersama pihak kepolisian pada awal tahun.
“Awal tahun. Bersama teman-teman Polres,” kata Zulfi.
Menurut dia, hasil pemeriksaan terhadap parameter minyak dan lemak pada dua titik tersebut masih berada dalam batas baku mutu.
“Yang di Sungai bawah Jembatan Sungai Selor dan Sungai Jembatan Tanjung Palas. Itu dua titik kami ambil dan sudah kami uji, memang hasilnya masih sesuai dengan baku mutu,” jelasnya.
Namun, Zulfi menegaskan bahwa pengujian tersebut baru melihat parameter tertentu, khususnya minyak dan lemak, sesuai fokus dugaan yang ditindaklanjuti saat itu.
“Kalau untuk parameter satu parameter saja, minyak dan lemak. Kan kalau air itu banyak parameter lain-lainnya, parameter logam, parameter organik,” katanya.
Menurut Zulfi, pemeriksaan lebih lanjut di wilayah Jelarai masih diperlukan karena lokasi tersebut belum menjadi bagian dari pengambilan sampel sebelumnya.
“Yang ini nanti belum. Masih belum, karena baru diinfokan tadi,” ujarnya.
DLH Bulungan pun akan melanjutkan pengamatan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Jelarai, PLTU dan titik lain yang memungkinkan untuk ditelusuri guna mengetahui sumber maupun karakter material yang terlihat di permukaan air. (**)
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

