Utama

Di Samarinda, 37 Jemaah Ijtima Ulama di Gowa jadi ODP Corona



Di Samarinda, 37 Jemaah Ijtima Ulama di Gowa jadi ODP Corona
dr Ismed Kusasih (tengah), Plt Kepala DKK Samarinda

SELASAR.CO, Samarinda - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, Ismed Kusasih mengungkapkan, ada 37 orang baru pulang dari Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, yang menjadi orang dalam pemantauan (ODP) di Samarinda.

"Cluster ijtima (asal) Samarinda sampai dengan Senin 30 Maret, ada 37 orang. Kami tracing yang menunjukkan gejala sakit demam, batuk, pilek dan beberapa sesak dan dilakukan rapid test, semua negatif," ujar Ismed.

Kendati hasil uji cepat corona telah menunjukkan hasil negatif, pihaknya tetap meminta agar ke-37 orang tersebut melakukan isolasi mandiri. "Isolasi di rumah 14 hari," imbuhnya.

Ismed melanjutkan, hasil rapid test dengan hasil positif juga tidak serta merta menunjukkan bahwa seseorang tersebut telah terinfeksi virus corona. Namun, alat yang baru tiba di Samarinda tersebut membantu pihaknya untuk mendeteksi lebih awal.

"Rapid test (tes cepat) yang datang sekarang membantu kita, tapi jumlahnya juga terbatas. Tapi ingat, rapid test positif juga bukan diagnosa pasti, ini hanya membantu kita Dinkes untuk screening," jelasnya.

Untuk mendiagnosis pasien positif corona saat ini, lanjut Ismed, butuh waktu yang tidak singkat. Ditambah jumlah kasus yang terus bertambah dan jumlah laboratorium yang terbatas membuat setiap daerah harus menunggu hasilnya.

"Lab PCR di Indonesia baru 5 atau 6 di luar Kalimantan, dan itu sekarang ngantre karena ribuan sample dari seluruh Indonesia. Makanya nunggu hasil lab itu sekarang bisa 5-7 hari," urainya.
Data terakhir update kasus corona di Samarinda, ada 1 kasus positif, pasien dalam pengawasan 3 kasus, dan 98 orang masih dalam pemantauan.

"Karena Samarinda belum ada transmisi lokal, maka pelacakan epidemiologis terus kami lakukan, setiap cluster yang sudah teridentifikasi (Cluster Bogor, Cluster Jakarta, Cluster Ijtima Gowa) terus menjadi prioritas kami," tutup Ismed.

 

Penulis: Fathur
Editor: Awan

ijtima-ulama odp suspect-covid-19 

Berita Lainnya