Utama

Rumah Sakit Islam RSI samarinda COVID-19 

Imbas Corona, Rumah Sakit Islam Samarinda Belum Bisa Beroperasi



Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda
Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda

SELASAR.CO, Samarinda - Operasional Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda yang dijadwalkan buka kembali pada Maret 2020, terpaksa mundur. Hal ini diungkapkan Sadik Sahil, Direktur RSI Samarinda.

Penundaan ini dijelaskannya, imbas wabah virus corona yang terjadi saat ini, sehingga jadwal visitasi rumah sakit oleh Dinas Kesehatan dan instansi terkait harus mundur hingga jadwal yang belum ditentukan.

"Ini kan kemarin dijadwalkan visitasi kedua seharusnya Maret, tapi karena adanya wabah corona, schedule yang ada harus tertunda semuanya. Termasuk visitasi Rumah Sakit Islam ini," ujar Sadik, Selasa (7/4/2020).

Meski sudah menjalani tahap visitasi pada 3 Maret 2020 lalu, visitasi kedua ini dimaksudkan untuk melihat segala kekurangan yang ada saat visitasi pertama dilakukan.

"Ya seharusnya memang cukup sekali, tapi karena ada yang perlu dilengkapi saat visitasi pertama, maka yang kedua ini untuk melihat kelengkapan yang kemarin diminta," terangnya.

Oleh karena itu, pihak Yayasan RSI Samarinda terpaksa harus menunggu kembali penjadwalan visitasi rumah sakit. Tanpa hal tersebut, izin operasional tidak dapat dikeluarkan.

"Belum tahu sampai kapan akan ditunda, karena itu tadi, dengan adanya wabah ini kita semua fokus ke situ," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, segala bentuk perbaikan dan pemenuhan mulai fasilitas gedung, alat, hingga tenaga medis telah disiapkan untuk menjalani proses penilaian dari Tim Visitasi Verifikasi Rumah Sakit yang dilakukan pada 3 Maret 2020 lalu.

Sesuai dengan standard prosedur yang ada, RSI harus menyiapkan sumber daya manusia seperti dokter umum, dokter spesialis, perawat, analisis, dan sumber daya manusia non-medis.

“Dokter umum kurang lebih sembilan orang, untuk dokter spesialis minimal untuk satu bagian ada dua dokter spesialis, kemudian biasanya perawat berdasarkan standard berapa jumlah tempat tidurnya, itu yang akan kita siapkan. Jadi nanti kami akan perbaiki sambil berjalan sesuai dengan rekomendasi dari hasil visitasi tadi,” terangnya.

Saat itu ditargetkan 14 hari setelah visitasi selesai atau 17 Maret 2020, operasional rumah sakit ini seharusnya bisa kembali berjalan.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya