Utama

Polisi Amankan 10 Orang, Diduga Bukan Bagian Massa Aksi Tolak UU Ciptaker di Samarinda



Polisi Amankan 10 Orang, Diduga Bukan Bagian Massa Aksi Tolak UU Ciptaker di Samarinda
Beberapa massa aksi yang diamankan oleh polisi sebelum akhirnya dibebaskan

SELASAR.CO, Samarinda - Setelah sempat berjalan ricuh, sekitar pukul 17.30 Wita, massa aksi penolakan UU Cipta Kerja di DPRD Kaltim berangsur meninggalkan lokasi demonstrasi. Massa akhirnya memilih kembali ke arah titik kumpul awal mereka di area Islamic Center, Jalan Slamet Riyadi.

Sebelumnya, massa aksi sempat didorong mundur oleh polisi agar menjauh dari area pagar gedung DPRD Kaltim. Hal ini dilakukan setelah demonstran mencoba masuk ke area dalam kantor DPRD Kaltim. Massa pun berhamburan meninggalkan area tersebut saat dipukul mundur petugas dengan water canon, disusul dengan tembakan gas air mata. Peserta aksi kemudian mundur ke arah persimpangan Tengkawang. Tak ada perlawanan berarti dari pendemo, yang lebih dulu melakukan pengerusakan pagar kawat berduri yang dibentang di depan gedung, dan juga terhadap plang nama kantor DPRD Kaltim.

Beberapa pendemo terlihat tumbang karena tidak tahan dengan gas air mata yang ditembakkan petugas untuk memecah kosentrasi massa. Dibantu relawan, demonstran yang tumbang ini kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Perwakilan mahasiswa pun datang menemui Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman di gedung DPRD Kaltim, untuk meminta 110 rekan mereka yang diamankan segera dibebaskan. Polisi akhirnya melepas pendemo yang diamankan, setelah memastikan massa membubarkan diri.

Namun, ada sekitar 10 orang yang diduga bukan bagian dari massa aksi yang saat ini belum dipastikan statusnya. Mereka telah dibawa ke Mapolresta Samarinda untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Selain mahasiswa, ada juga beberapa pelajar yang dimankan. Jadi kegiatan kami tidak hanya terfokus di sini, tapi juga di beberapa titik lain," tutur Kombes Pol Arif Budiman.

Arif pun menegaskan tidak ada penangkapan yang dilakukan jajarannya. Pendemo yang diamankan hanya dilakukan pendataan dan diberi pembinaan. "Untuk perkembangan selanjutnya kita lihat nanti," pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

unjuk-rasa-uu-ciptaker penolakan-uu-ciptaker uu-ciptaker unjuk-rasa demonstrasi-mahasiswa 

loading...

Berita Lainnya