Utama

penurunan Covid-19 Satgas Covid-19 Kaltim kasus corona di kaltim PPKM covid-19 di mahulu 

Kaltim Merah hingga Mahulu, Isran: Corona Teknologinya Lebih Canggih daripada Kita



Kaltim Merah hingga Mahulu, Isran: Corona Teknologinya Lebih Canggih daripada Kita
Ilustrasi

SELASAR.CO, Samarinda - Kasus penurunan Covid-19 di Kaltim belum menunjukkan tanda penurunan. Dari rilis harian Satgas Covid-19 Kaltim, selalu ada penambahan kasus. Bahkan dalam dua pekan terakhir, Kaltim telah tiga kali cetak rekor dengan berturut-turut mengalami penambahan 500 kasus terkonfirmasi positif per harinya.

Hal itu menjadi dasar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh beberapa pemerintah daerah. “Untuk PPKM, kepala daerah cukup melapor saja ke gubernur,” ujar Isran Noor, Gubernur Kaltim.

Lebih lanjut dijelaskan Isran, kebijakan tersebut bisa diterapkan di daerah masing-masing, mengingat 10 kabupaten/kota di Kaltim saat ini masuk dalam zona merah penyebaran virus corona. Itu berarti semua daerah di provinsi ini merawat lebih dari 51 kasus aktif positif COVID-19. Namun, beleid itu merupakan kewenangan tiap masing-masing daerah.

“Cukup memberi laporan, tak perlu persetujuan dari gubernur,” tegasnya.

Hingga saat ini, sudah ada dua daerah di Kaltim yang melaksanakan PPKM, yaitu Balikpapan dan Bontang. Masih mengutip sumber data yang sama, hingga kini Balikpapan masih menjadi episentrum penyebaran virus corona di Kaltim. Per hari ini, Rabu (20/1/2021), ada 1.543 pasien yang menjalani perawatan di Kota Minyak. Menyusul Kutai Kartanegara dengan 1.236 pasien, Samarinda 686, Bontang 658, Kutai Barat 629, Berau 403, Kutai Timur 272, Mahakam Ulu 154, Penajam Paser Utara 131 dan Paser 113.

Dari 10 daerah tersebut, Kabupaten Mahakam Ulu yang cukup menyita perhatian. Pasalnya, sebelum mendekati pergantian tahun, daerah ini selalu berada di zona hijau. Namun setelah masuk pergantian tahun hingga sekarang, kabupaten termuda di Kaltim ini selalu memiliki kasus baru.

“Enggak tau saya kenapa Mahakam Ulu bisa sampai masuk juga, padahal pemerintah daerahnya sudah sangat ketat. Berarti corona ini teknologinya lebih canggih daripada teknologi kita ini. Bayangkan, kita sudah menjaga dengan segala macam cara, dia masih bisa (masuk),” jelasnya.

Karenanya, orang nomor satu di Kaltim ini meminta agar warga taat dengan protokol kesehatan 3M. Dimulai dari mencuci tangan, memakai masker saat keluar rumah, dan menghindari kerumunan. Isran juga mengingatkan agar tidak menganggap enteng dan mengabaikan prokes.

“Mengabaikan protokol kesehatan berarti membuka peluang untuk terjadinya penularan. Selalu waspada dengan konsisten melakukan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah,” pesan Isran.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya