Utama

Rumah Sakit Islam Samarinda Rumah Sakit Islam RSI samarinda Rumah Sakit Islam buka 

RSI Samarinda Akan Kembali Buka, Tahap Awal Hanya IGD dan Poliklinik



Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda.
Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda.

SELASAR.CO, Samarinda – Kabar gembira untuk warga Samarinda, utamanya yang bermukim di kawasan kelurahan Sungai Dama dan sekitarnya. Pasalnya, salah satu fasilitas kesehatan yang telah bertahun-tahun berhenti beroperasi, yaitu Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda, dikabarkan akan segera beroperasi kembali.

Hal ini dibenarkan Direktur RSI, dr Didik Santoso. Dikatakannya, saat ini pihaknya tengah menunggu keluarnya izin dari Dinas Kesehatan dan DPMPTSP Samarinda.

“Untuk mendapat izin operasional itu kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan DPMPTSP, dan kami sudah penuhi semua syaratnya. Karena itu, kami bisa masuk ke sistem OSS-nya, dan saat ini kami tinggal menunggu visitasi saja,” ujar dr Didik.

“Kalau sesuai estimasi, biasanya dari dimasukkannya berkas hingga keluarnya izin operasional memerlukan waktu kurang lebih 1 bulan. Kami sudah serahkan semua persyaratan sejak 5 Februari 2021 lalu,” tambahnya.

Pihaknya pun saat ini tengah mempersiapkan proses visitasi yang akan diikuti oleh pihak rumah sakit, salah satunya dengan melakukan perbaikan pada kondisi bangunan.

“Kalau untuk proses awal visitasi kami dari pihak yayasan sudah anggarkan untuk perbaikan kurang lebih Rp 60 juta. Perbaikan ini meliputi perbaikan fisik bangunan seperti teras dan plafon. Namun nanti setelah beroperasi pasti akan butuh anggaran kembali,” jelasnya.

Untuk tahap awal, operasional RSI Samarinda hanya akan membuka Poliklinik dan IGD dahulu. Hal ini dilakukan sambil menunggu dana CSR yang rencananya akan diterima sebesar Rp1,9 miliar.

“Dari dana itu Rp1,5 miliar rencananya kami gunakan untuk perbaikan instalasi listrik dan sisanya sekitar Rp400 Juta akan digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana,” tambahnya.

Sebanyak 150 karyawan ditambah 15 orang dokter saat ini juga sudah disiapkan pihak rumah sakit untuk memulai tahap awal operasional.

“Terkait tenaga medis, untuk tahap pertama operasional kami sudah menyiapkan dokter dan perawat untuk operasional IGD dan Poliklinik. Apabila nanti kami sudah membuka rawat inap, kita perlu tenaga lebih banyak lagi, akan kami bicarakan lagi dengan pihak RSUD AWS,” pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya