Ragam

Penurunan Stunting di Kaltim  Stunting di Kaltim Survei Status Gizi Balita Indonesia  BKKBN Kaltim 

Kolaborasi Lintas OPD Diperlukan untuk Penurunan Stunting di Kaltim



SELASAR.CO, Samarinda - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Pertemuan Satgas Stunting dengan Pemangku Kebijakan Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023. Acara ini bertujuan untuk membahas aksi bidang data, monitoring, dan evaluasi (monev) serta knowledge management dalam percepatan penurunan stunting tahun 2023.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim DR. Jaya Mualimin menjadi narasumber pada acara tersebut dan mengatakan bahwa hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa angka stunting di Kaltim naik 1,1 persen, dari 22,8 menjadi 23,9 persen.

Jaya Mualimin juga menjelaskan terkait penurunan angka stunting bahwa pihaknya juga fokus pada intervensi spesifik, artinya semua indikator- indikator Nasionalnya harus tercapai. "Jangan sampai ibu-ibu hamil ini tidak dikontrol kehamilannya. Kemudian juga ada pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil yang mengalami gizi buruk, juga pemberian vitamin A untuk anak-anak," tambahnya.

Dari rapat tersebut, Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kaltim Bambang Kukilo mengatakan bahwa dalam upaya penguatan peran dan fungsi lintas sektor percepatan penurunan stunting, maka Diskominfo sebagai koordinator penggerak juga turut membantu mengkolaborasikan terkait pengumpulan data setiap stakeholder (Perangkat Daerah).

"Jadi kalau dalam bentuk geospasial informasi yang disampaikan lebih bernilai karna ada nilai lokasi. Pada saat nilai lokasi itu kita combain dengan data lain yang memiliki data lokasi yang sama, itu bisa saling menguatkan informasi, sehingga integritas data lebih baik," urainya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya