Pendidikan

Disdikbud Kaltim Sekolah Menengah Kejuruan SMK Pertanian di Muara Jawa 

Disdikbud Lakukan Penyesuaian Jurusan SMK di Kaltim Agar Sesuai Industri di Sekitarnya



Siswa SMK SPP Sempaja Samarinda sedang melakukan praktik lapangan. (Dok Humasprov Kaltim)
Siswa SMK SPP Sempaja Samarinda sedang melakukan praktik lapangan. (Dok Humasprov Kaltim)

SELASAR.CO, Samarinda - Pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengarah pada bidang geospasial dan geoekonomi. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, yang menjelaskan adanya konsern atau roadmap dalam pengembangan pendidikan vokasi di Kaltim.

Menurut Kurniawan, pendekatan geospasial dalam pendidikan vokasi melibatkan pemetaan potensi yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Sebagai contoh, di Tanah Grogot terdapat sebuah SMK yang dekat dengan lahan kelapa sawit seluas lebih dari 40 hektar. Oleh karena itu, pendidikan khusus di SMK tersebut difokuskan pada bidang kelapa sawit. Keputusan ini juga didasarkan pada adanya perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di daerah tersebut. Dalam hal ekonomi, siswa diarahkan ke bidang kewirausahaan dengan membangun pengolahan kelapa sawit untuk menciptakan nilai tambah dari hasil yang mereka kelola.

Contoh lain yang disebutkan oleh Kurniawan adalah pembangunan SMK Pertanian di Muara Jawa. Keputusan ini diambil karena daerah tersebut memiliki potensi besar di bidang pertanian.

"Kita melihat lingkungan sekitar, seperti perusahaan apa yang ada di sekitarnya, sehingga jurusan yang ada di SMK dapat terhubung dengan area sekitarnya," jelas Kurniawan pada hari ini Rabu (17/5/2023).

Melalui pendekatan ini, harapannya adalah para siswa SMK dapat langsung diserap oleh industri di daerah setelah lulus. Dengan mengarahkan pendidikan vokasi sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar, diharapkan tercipta kesesuaian yang lebih baik antara lulusan SMK dan dunia kerja.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya