Ragam

Forum Dagang Kaltim Forum Dagang   Disperindagkop UKM Kaltim 

Forum Dagang Kaltim-Lampung Hasilkan Transaksi Rp50 Miliar di Hari Pertama



Ilustrasi kegiatan kapal pengangkut peti kemas di Sungai Mahakam.
Ilustrasi kegiatan kapal pengangkut peti kemas di Sungai Mahakam.

SELASAR.CO, Samarinda - Forum dagang antara Kalimantan Timur dan Lampung yang difasilitasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Provinsi Kaltim berlangsung di Hotel Aston Lampung, pada 7-8 Juni 2023. Forum dagang ini bertujuan untuk meningkatkan perdagangan antar daerah dan memenuhi kebutuhan pangan di Kaltim.

Kepala Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim Sa'duddin mengatakan bahwa forum dagang ini merupakan salah satu dari beberapa forum dagang yang digelar dalam satu tahun dengan provinsi-provinsi lain. Dalam forum dagang ini, pihaknya membawa para pelaku usaha dari Kaltim dan mempertemukan mereka dengan pelaku usaha di Lampung.

"Kami tidak ada intervensi, kami hanya memfasilitasi. Itu lah yang terjadi kemarin. Silahkan mereka berunding," kata Sa'duddin pada hari ini, Kamis (8/6/2023).

Sa'duddin menambahkan bahwa pada hari pertama forum dagang, sudah ada kesepakatan untuk bertransaksi senilai Rp50 miliar. Transaksi itu dalam bentuk Kaltim mendatangkan produk dari Lampung yaitu ternak, bahan baku pembuatan pakan ternak, dan beberapa bahan-bahan lain yang dibutuhkan di Kaltim.

"Untuk hari ini dilanjutkan lagi pembahasan untuk 3 komoditas yaitu beras, gula, dan kopi. Ini kemudian dibahas lagi apakah mendatangkan 3 komoditas ini dari Lampung bisa menguntungkan bagi pengusaha Kaltim, maupun pengusaha di sana," ujarnya.

Sa'duddin berharap bahwa dengan adanya forum dagang ini, kebutuhan-kebutuhan pangan di Kaltim dapat tercukupi dengan harga yang terjangkau. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya menawarkan beberapa produk hasil olahan yang surplus di Kaltim, seperti produk pakan ternak yang merupakan hasil olahan limbah sawit.

"Produk pakan ternak yang kita tawarkan ini adalah hasil olahan limbah sawit yang diolah kembali. Karena sawit kan banyak di Kaltim. Itu kemudian yang kedepan akan kita tawarkan ke mana-mana. Sebenarnya produk pakan ternak ini sudah banyak dikirim keluar daerah, bahkan sudah ekspor juga, tapi kita kan membuka peluang kerjasama baru," tutupnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya