Utama

Harga Beras Harga Beras Alami Disperindagkop  Harga Beras Naik Harga Sembako  Harga Sembako Naik 

Harga Beras Alami Lonjakan Jelang Ramadhan, Disperindagkop Paparkan Alasan dan Upaya Pengendaliannya



SELASAR.CO, Samarinda - Jelang bulan ramadhan, lonjakan harga-harga barang kebutuhan pokok dan barang penting mulai terjadi di pasaran. Salah satunya harga beras yang terpantau mulai mengalami kenaikan harga. Dari pantauan di pasar-pasar tradisional di Samarinda, rata-rata harga beras mengalami kenaikan harga 8 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Saat ditemui median ini, salah satu pedagang di Pasar Baqa Samarinda Seberang bernama Atik (40) menjelaskan kenaikan beras berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000.

Jika biasanya harga beras kualitas premium dijual di kisaran Rp12.500, kini beras dengan kualitas yang sama bisa berada di kisaran Rp19.000 per kilogramnya. Menurut pengakuan pedagang, kenaikan harga ini dikarenakan pasokan dari distributor yang tak banyak.

"Naik harganya Pak, ya kalau kita juga ecerannya juga berubah, sudah dari distributornya kan," ujarnya, Kamis (22/2/2024).

Sementara salah satu pembeli bernama, Rukayyah (34) mengeluhkan harga beras yang naik. Ia tak tahu apa sebab dari kenaikan harga bahan pokok ini. Sehari-harinya, ia berjualan warung makan yang banyak membeli beras untuk dijual kembali. Dengan kenaikan ini, otomatis harga jualannya juga ikut naik.

"Ya mau tidak mau naik juga jualan nasi campur saya. Kalau kami sih ingin beras murah, semoga pemerintah memperhatikan ini juga," imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait kondisi ini, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) UMKM Provinsi Kaltim, Heni Purwaningsih membenarkan perihal adanya kenaikan harga tersebut. Meski begitu ia menyebut stok beras di tingkat distributor telah mencukupi kebutuhan yang ada.

"Terkait harga ini disebabkan karena produksi beras dalam negeri belum masuk panen raya dan bahkan kemarin akibat dampak El Nino produksi beras mengalami penurunan," terangnya.

Terkait upaya, Heni mengungkapkan bakal melakukan koordinasi dengan Pemkab/Pemkot se-Kaltim untuk melakukan operasi pasar beras kerjasama dengan Bulog.

Selain itu, juga pihaknya akan menginisiasi pembentukan toko penyeimbang yang akan diresmikan sekitar tanggal Februari 2024 ini.

"Operasi pasar dan toko penyeimbang dalam rangka menyediakan beberapa komoditi barang pokok diantaranya beras dengan harga sesuai acuan, sehingga bisa mengendalikan inflasi dan memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan harga bapok (bahan pokok) dengan harga yang bersaing," tegasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya