Utama

pembangunan insenerator TWAP Samarinda pemkot samarinda 

TWAP Klaim Pembangunan Insenerator Samarinda Masuk Tahap Akhir, Meski Lepas Target Pengoperasian



Mesin insenerator sampah yang berlokasi di Polder Air Hitam. (foto: selasar/hasyim ilyas)
Mesin insenerator sampah yang berlokasi di Polder Air Hitam. (foto: selasar/hasyim ilyas)

SELASAR.CO, Samarinda – Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda mengklaim pembangunan insenerator di sejumlah titik di Kota Tepian telah memasuki tahap akhir. Namun, realisasi pengoperasian fasilitas pengolahan sampah tersebut belum sepenuhnya berjalan sesuai target awal yang ditetapkan Pemerintah Kota Samarinda.

Ketua TWAP Samarinda, Syaparudin, menyebut dari total sepuluh insenerator yang dibangun di sembilan lokasi, tujuh unit telah rampung 100 persen. Sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian fisik di lapangan.

Syaparudin menegaskan, insenerator yang belum selesai tidak mengalami kendala berarti. Menurutnya, progres yang masih berjalan lebih disebabkan oleh pola kerja kontraktor yang berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

“Bukan karena faktor pengecoran atau masalah lainnya. Memang mereka sedang bekerja saja. Hari ini selesai di satu lokasi, besok masuk lagi ke lokasi insenerator yang lain,” ujar Syaparudin, pada Jumat (9/1/2025).

Ia mengklaim pengerjaan dilakukan secara maksimal setiap hari. Dengan ritme kerja tersebut, TWAP memperkirakan seluruh pembangunan insenerator dapat dituntaskan dalam waktu dekat.

“Saya kira tidak lama lagi. Mungkin satu sampai dua minggu sudah selesai semua pengerjaan insenerator ini,” katanya.

Syaparudin menambahkan, setelah pembangunan fisik rampung, tahapan berikutnya adalah peresmian oleh Wali Kota Samarinda serta pengoperasian insenerator oleh tenaga operator yang telah mendapatkan pelatihan teknis. Pelatihan ini dinilai penting untuk memastikan insenerator bekerja optimal dan tidak menimbulkan gangguan lingkungan.

Secara teknis, insenerator dirancang dengan sistem pengolahan asap yang dialirkan ke media air agar tidak memunculkan polusi udara. Karena itu, kebersihan area insenerator menjadi perhatian utama dalam pengoperasian fasilitas tersebut.

“Kalau insenerator bekerja dengan baik, sampah harus benar-benar bersih di area insenerator. Tidak boleh ada yang tertinggal, karena itu yang bisa menimbulkan bau dan berdampak tidak baik bagi lingkungan,” tegasnya.

Sebagai informasi, pembangunan insenerator di Samarinda merupakan program strategis Pemkot dalam menekan volume sampah perkotaan. Pemkot Samarinda menyiapkan anggaran sebesar Rp16,7 miliar untuk pembangunan 10 unit insenerator yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain Jalan HAM Rifaddin (Tani Aman), Jalan Sultan Hasanuddin (Baqa), Jalan Wanyi, Jalan Lempake Jaya, Polder Air Hitam, eks TPA Bukit Pinang, Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, serta kawasan Palaran dan Lok Bahu. 

Proyek tersebut sebelumnya ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025, namun hingga kini sebagian unit masih dalam tahap penyelesaian dan belum seluruhnya difungsikan.

Penulis: Hasyim Ilyas
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya