Kutai Timur

Akses listrik di kutim berita kutim 11 RT tanpan listrik di kutim 

Masih Ada 11 RT Tanpa Listrik, Kecamatan Sangatta Utara Ajak PLN dan PDAM Turun ke Lapangan



Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi.

SELASAR.CO, Sangatta – Meski berstatus sebagai pusat pemerintahan dan urat nadi ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kecamatan Sangatta Utara ternyata masih menyimpan rapor merah dalam hal pemenuhan layanan dasar. Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang berlangsung pada 11–12 Februari 2026, terungkap fakta bahwa masih ada belasan wilayah yang belum terjamah aliran listrik.

Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, mengungkapkan bahwa berdasarkan penyisiran data layanan dasar, tercatat sedikitnya 11 titik di 11 Rukun Tetangga (RT) yang hingga kini masih gelap gulita atau belum teraliri listrik PLN. Tak hanya itu, krisis air bersih juga masih membayangi warga kota, di mana terdapat 915 Kepala Keluarga (KK) yang belum menikmati layanan air bersih dari PDAM.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak PDAM mengenai kendala yang dihadapi di lapangan. Kami juga akan segera bertemu kembali untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama tim dari PLN,” ujar Hasdiah di Kantor BPU Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (12/2/2026).

Hasdiah menegaskan, pihak kecamatan tidak ingin hanya sekadar menerima laporan di atas kertas. Ia mengajak instansi vertikal terkait untuk turun langsung ke titik-titik yang belum teraliri layanan dasar tersebut guna mengidentifikasi permasalahan teknis yang menghambat distribusi.

“Nanti akan turun bersama-sama, dari PDAM, PLN, pihak kecamatan, hingga desa. Kita lihat titik-titik mana yang belum teraliri dan apa permasalahan utamanya, apakah kendala jaringan atau ada hambatan lain,” jelasnya.

Selain isu layanan dasar, Musrenbang yang menghimpun 80 usulan program dari tiga desa dan satu kelurahan ini juga tetap memprioritaskan masalah infrastruktur. Normalisasi drainase di sepanjang Jalan Yos Sudarso 1 hingga 4 menjadi usulan mendesak guna meminimalkan banjir lokal yang kerap merendam permukiman dan sekolah.

Hasdiah memastikan bahwa usulan pemenuhan listrik dan air bersih, serta penanganan banjir, akan masuk dalam daftar skala prioritas untuk diperjuangkan di tingkat kabupaten.

“Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Apa yang belum terealisasi tahun lalu akan terus kami kawal agar benar-benar menjadi perhatian pemerintah daerah,” pungkasnya.

Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya