Utama

bem unmul ketua bem unmul bertemu jokowi unmul ketua bem unmul 

Presiden BEM Unmul Mundur Usai Foto Bersama Jokowi Viral, Castro: Pilihan Paling Tepat Adalah Bertanggung Jawab



Potret Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul), Hiththan Hersya Putra, dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ist
Potret Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul), Hiththan Hersya Putra, dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ist

SELASAR.CO, Samarinda - Pertemuan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul), Hiththan Hersya Putra, dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memicu polemik di kalangan mahasiswa maupun publik. Foto Hiththan bersama Jokowi yang beredar luas di media sosial menuai kritik karena dinilai bertentangan dengan semangat independensi gerakan mahasiswa.

Pakar Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah atau yang akrab disapa Castro, menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan kunjungan tersebut, terlebih dilakukan oleh seorang Presiden BEM yang membawa identitas organisasi mahasiswa.

"Dia mengemban amanah sebagai Presiden BEM, simbol dari keluarga besar mahasiswa Universitas Mulawarman. Ketika kemudian dia datang ke sana, dia harus siap dengan segala konsekuensinya," kata Castro, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, alasan yang disampaikan Hiththan terkait pertemuan dan sesi foto bersama Jokowi tidak cukup rasional untuk menjawab kritik yang berkembang.

Castro menilai berbagai penjelasan yang disampaikan lebih menunjukkan upaya membela diri di tengah tekanan yang datang dari internal maupun eksternal kampus.

"Kalau kemudian dia menggunakan alasan-alasan yang tidak masuk akal, sebenarnya dia sedang terdesak dan menggunakan berbagai alasan untuk membela dirinya," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan tujuan kedatangan Hiththan ke kediaman Jokowi. Castro mengaitkan pertemuan tersebut dengan agenda Kongres BEM Kerakyatan yang akan digelar di Jambi.

Menurutnya, muncul dugaan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk meminta restu politik kepada mantan presiden.

"Kalau memang ingin meminta restu, itu keliru. Datang lebih dulu ke Jokowi justru bertentangan dengan prinsip dan komitmen gerakan mahasiswa yang selama ini diklaim diperjuangkan," katanya.

Atas dasar itu, Castro menilai langkah pengunduran diri merupakan bentuk pertanggungjawaban yang paling tepat untuk menjaga marwah organisasi mahasiswa.

"Saya kira pilihan ketika kemudian dia menyerahkan pengunduran diri adalah pilihan yang paling bisa dilakukan untuk menjaga marwah dan martabat gerakan mahasiswa, sekaligus keluarga besar kampus," tegasnya.

Di tengah derasnya kritik, Hiththan akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya sekaligus mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Presiden BEM KM Unmul.

Dalam pernyataan tertulis yang diunggahnya, Hiththan menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Jokowi berlangsung pada 16 Juli 2026 dan tidak memiliki agenda politik maupun kepentingan organisasi.

Ia membantah narasi yang menyebut pertemuan tersebut dilakukan secara rahasia.

Menurutnya, kediaman Jokowi terbuka bagi masyarakat yang ingin berkunjung sehingga kehadirannya saat itu hanya sebagai warga negara biasa, bukan dalam kapasitas sebagai Presiden BEM.

"Pertemuan tersebut merupakan kunjungan biasa, tanpa agenda resmi, tanpa audiensi, dan tanpa pembahasan isu-isu politik maupun kebijakan publik," tulis Hiththan dalam klarifikasinya.

Ia juga menegaskan tidak ada transaksi, bantuan, fasilitas maupun kesepakatan apa pun yang dapat memengaruhi independensi organisasi mahasiswa.

Hiththan menyebut BEM KM Unmul tetap berdiri sebagai organisasi yang independen dan kritis terhadap seluruh penyelenggara negara tanpa memandang latar belakang politik maupun kedekatan personal.

Meski demikian, ia mengakui kehadirannya dalam pertemuan tersebut merupakan kelalaian dalam menjaga sensitivitas posisi sebagai pimpinan organisasi mahasiswa.

"Meskipun saya pastikan tidak ada kepentingan apa pun di balik pertemuan tersebut, saya tetap mengakui bahwa kehadiran saya dalam momen itu adalah kelalaian dalam menjaga kepekaan posisi sebagai Presiden BEM KM Universitas Mulawarman," tulisnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas polemik yang muncul, Hiththan menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa, sivitas akademika Universitas Mulawarman, masyarakat Kalimantan Timur, dan publik secara luas.

Ia kemudian menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Presiden BEM KM Universitas Mulawarman.

"Untuk mempertanggungjawabkan kesalahan ini secara utuh, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Presiden BEM KM Universitas Mulawarman," tulis Hiththan.

Pengunduran diri tersebut menjadi babak terbaru dari polemik yang berkembang setelah foto pertemuannya dengan Jokowi beredar luas dan memicu perdebatan mengenai independensi gerakan mahasiswa serta etika kepemimpinan organisasi kemahasiswaan.

 

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya