Utama

Rapid test kit Rapid test DPRD Samarinda 

45 Wakil Rakyat di Samarinda Ikuti Rapid Test Covid-19



Rapid test kit Covid-19. Foto: Internet
Rapid test kit Covid-19. Foto: Internet

SELASAR.CO, Samarinda – Sebanyak 45 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda dijadwalkan mengikuti rapid test Covid-19 di RS Karantina Bapelkes Kaltim, Senin (4/5/2020) hari ini. Agenda tersebut akhirnya mengundang tanya masyarakat terkait urgensi dilakukannya tes cepat kepada anggota dewan yang tidak memiliki risiko tinggi penularan Covid-19.

Dihubungi melalui telepon, Wakil Ketua DPRD Samarinda, Subandi membenarkan adanya agenda tersebut. Termasuk dirinya sendiri juga tengah bersiap menuju Gedung Bapelkes Kaltim yang berada di Jalan Wolter Monginsidi, Samarinda Ulu saat dihubungi SELASAR pukul 11.00 Wita.

“Ini teman-teman baru juga kesana di Bapelkes, memang diimbau untuk semua anggota (mengikut rapid test) tapi kemungkinan ada yang berhalangan,” ujar Subandi.

Ditanya terkait alasan anggota dewan harus mengikuti rapid test, Subandi mengatakan, terkait adanya seorang staff kesekretariatan DPRD yang dinyatakan PDP. Sebelumnya, rapid test telah dilakukan kepada rekan seruangan yang bersangkutan dan hasilnya non-reaktif.

“Kita mau memastikan juga bahwa kita-kita (anggota dewan) ini. Karena kita ini banyak berinteraksi dengan banyak pihak, intinya teman-teman juga berinisiatif ingin mengetahui kondisi kesehatan masing-masing,” tutur Subandi.

Disinggung apakah tidak khawatir dengan sentimen negatif yang akan dialamatkan kepada para anggota dewan, Subandi mengatakan memang ada sebagian anggota yang tidak ingin ikut di-rapid test. Karena sadar masih ada pihak-pihak yang lebih prioritas untuk menjalani rapid test, seperi tenaga kesehatan dan masyarakat yang kontak dengan pasien Covid-19.

“Itu juga yang menjadi pertimbangan sebagian teman-teman karena biayanya memang lumayan besar, prioritasnya untuk tim medis dan orang-orang yang kontak langsung khususnya begitu,” jelasnya.

Dia sendiri mengaku ke RS Karantina untuk mengecek langsung proses pelayanan Covid-19 di tempat tersebut. Terlebih dirinya salah satu anggota tim Pansus Covid-19 Samarinda.

“Major minornya banyak sekali, sekalian tim pansus menggali informasi dari segala lini, artinya untuk pengawasasan Gugus Tugas yang telah dibentuk Pemkot Samarinda juga,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, Ismed Kusasih tidak mempermasalahkan adanya permintaan anggota dewan yang ingin mengikuti rapid test. Sebab, rapid test kit yang ada saat ini bukan hanya berasal dari pembagian pusat.

Ismed mengaku Pemkot Samarinda telah melakukan pengadaan rapid test kit secara mandiri dan sudah mulai dipergunakan di RS Karantina.

“Bahkan rapid yang kita adakan ini memiliki sensivitas lebih akurat, karena dia kuantitatif ada angka-angkanya, jadi jika angka sekian positif, kalau segini negatif,” jelasnya.

Namun ketika ditanya soal jumlah rapid test kit tersebut dan besaran anggaran yang digunakan, Ismed belum dapat merincikan.

Penulis: Fathur
Editor: Awan

Berita Lainnya