Kutai Timur

DPRD Kutim tes-swab Dinas Kesehatan Kutim Dinkes Kutim Satu Anggota DPRD Kutim Positif Covid-19 

Hasil Tes Swab, Satu Anggota DPRD Kutim Positif Covid-19



Salah satu pegawai disekretariat DPRD Kutim sedang menjalani Test Swab.
Salah satu pegawai disekretariat DPRD Kutim sedang menjalani Test Swab.

SELASAR.CO, Sangatta – Salah satu anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinyatakan positif Covid-19. Hasil didapat setelah tes swab yang dilaksanakan di Sekretariat DPRD Kutim pada Selasa (24/11/2020) kemarin. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani Hazanal, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/11/2020).

Menurut Bahrani, dalam dua hari ini pihaknya telah melakukan tes swab secara gratis sebanyak 400 orang. Salah satunya tes swab yang dilaksanakan di Sekretariat DPRD Kutim yang diikuti kurang lebih 30 orang, terdiri dari beberapa anggota DPRD dan sejumlah staf.

“Tadi saya sudah mendapatkan laporan memang ada satu anggota Dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara untuk kronologisnya masih dikumpulkan dan belum bisa kami sampaikan,” jelasnya kepada sejumlah awak media.

Untuk itu, pihaknya telah meminta anggota DPRD Kutim yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, segera melakukan isolasi diri. “Jadi silahkan, kalau memang belum ada gejala, atau gejala ringan untuk sementara bisa di rumah. Tapi harus sesuai arahan yang akan kami sampaikan nantinya. Artinya karena di rumah pasti ada yang kontak erat,” imbuhnya.

Selain itu, bagi keluarga atau orang yang pernah kontak erat dengan yang bersangkutan, diminta untuk segera melakukan tes swab di tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah, agar penularannya bisa segera diantisipasi.

Bahrani kembali menjelaskan bahwa  Covid-19 itu bukan aib. Pasalnya siapapun bisa tertular. “Presiden Amerika aja bisa kena, jadi nggak ada istilah tidak ada yang bisa tidak kena, siapapun bisa kena virus ini. Kemarin juga Direktur RSUD kudungga juga kena,” bebernya.

Untuk itu, dirinya kembali meminta agar penularan wabah virus corona ini tidak dijadikan stigma negatif di tengah-tengah masyarakat. “Bahwa orang yang terkena Covid-19 itu ada stigma yang tidak bagus. Jadi semua itu kuncinya adalah terapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Penulis: Bonar
Editor: Awan

Berita Lainnya