Utama

pdam PDAM Tirta Kencana Air PDAM Keruh PDAM Samarinda bermasalah kualitas air PDAM jelek air bangai sungai mahakam bangai 

Masyarakat Samarinda Keluhkan Air yang Keruh, Begini Penjelasan PDAM



Warga Kota Samarinda yang menjadi pelanggan PDAM Tirta Kencana, mengeluhkan kualitas air bersih yang mengalir mengalami perubahan warna (air bangai) menjadi keruh
Warga Kota Samarinda yang menjadi pelanggan PDAM Tirta Kencana, mengeluhkan kualitas air bersih yang mengalir mengalami perubahan warna (air bangai) menjadi keruh

SELASAR.CO, Samarinda - Warga Kota Samarinda yang menjadi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana, mengeluhkan kualitas air yang didistribusikan ke rumah. Air tersebut mengalami perubahan warna menjadi keruh atau berwarna kecokelatan selama beberapa hari ini.

Seorang ibu rumah tangga bernama Kusuma Dewi, warga Loa Bakung, Sungai Kunjang, mengaku air yang mengalir di rumahnya terpantau keruh sudah sepekan lamanya. Dia mengaku kesulitan memperoleh air minum yang biasa dimasak sendiri menggunakan air PDAM.

“Sudah seminggu air di rumah saya kondisinya keruh. Untuk minum akhirnya saya membeli air galon, biasanya saya masak air sendiri untuk diminum. Kalau air keruh gini rasanya agak berbeda,” tutur Dewi, Rabu (27/1/2021).

Tak hanya Dewi, seorang warga yang tinggal di kawasan Jalan Suwandi, Gunung Kalua, Samarinda Ulu, bernama Dyah, juga mengeluhkan hal yang sama. Sudah 1 bulan lamanya air yang mengalir di rumahnya mengalami perubahan warna. Dyah mengaku kesulitan mencuci baju sehingga harus menggunakan filter air, agar bisa memperoleh air bersih untuk mencuci bajunya.

“Sudah 1 bulan air di rumah saya keruh. Saya tidak bisa cuci baju karena apabila menggunakan air keruh, baju akan berubah warna. Jadi selama 1 bulan saya menggunakan filter air. Saya berharap agar PDAM meningkatkan kualitas dan bisa kembali mengalirkan air jernih lagi,” kata Dyah.

Mendapat keluhan dari masyarakat Samarinda, Humas Perumdam Tirta Kencana, HM Lukman, menjelaskan penyebab perubahan warna air adalah dampak dari hujan lebat yang melanda wilayah hulu Sungai Mahakam. Sehingga, dampaknya banyak akar yang membusuk atau humus yang terbawa arus ke hilir sungai.

“Biasanya di Sungai Mahakam banyak eceng gondok, rerumputan, dan humus terbawa arus sehingga membuat perubahan warna. Untuk mengatasi air sebenarnya intensitas hujan yang sering juga bisa membantu menetralisir air baku Sungai Mahakam agar bisa kembali normal warnanya,” jelas Lukman saat dikonfirmasi melalui telepon.

Mengetahui laporan keluhan dari masyarakat, Lukman juga mengatakan bahwa PDAM akan terus bekerja keras mengatasi air baku yang berubah warna menjadi merah, keruh, atau bangai. Petugas Instalasi Pengolahan Air (IPA) akan meningkatkan dosis obat-obatan air seperti kaporit untuk menghasilkan produksi air yang baik dan jernih.

Penulis: Bekti
Editor: Awan

Berita Lainnya