Kutai Timur

Komisi C DPRD Kutim Utang Pemkab Kutim DPRD Kutim 

Komisi C Apresiasi Penyelesaian Utang Masuk Skala Prioritas Pemkab Kutim



Komisi C Apresiasi Penyelesaian Utang Masuk Skala Prioritas Pemkab Kutim
Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur, Ramadhani.

SELASAR.CO, Sangatta – Apresiasi dilontarkan DPRD Kutim terhadap kebijakan Pemkab Kutim untuk memprioritaskan penyelesaian utang. Hal ini disampaikan Ramadhani, Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur yang membidangi pembangunan.

Diketahui, Komisi C membidangi Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Pertamanan, Kebersihan dan Pemakaman, Pemetaan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Perumahan, Perencanaan Pembangunan, Perhubungan, Lingkungan Hidup, Penanggulangan Bencana dan Kebakaran. Hingga kini, tercatat banyak pekerjaan di bidang-bidang tersebut yang terutang.

“Saya yang pasti berharap prioritas utang, kebetulan saya Ketua Komisi C paling banyak utang di tempat saya. Kalau bisa saya berharap prioritas utama 2022 semua utang yang ada di Kutai Timur selesai,” kata Ramadhani.

Diberitakan sebelumnya, utang proyek tahun jamak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tercatat sekitar Rp273 miliar. Jumlah tersebut belum lagi utang lahan dan utang proyek-proyek kecil yang belum tuntas. Untuk Multi Years Contract (MYC) sesuai dengan perhitungan kemajuan proyek, sebab dari puluhan proyek tahun jamak periode 2016-2021 ada beberapa yang sudah tuntas dikerjakan, termasuk jembatan Masabang.

“Selain utang, saya juga berharap agar pemerintah dapat menyelesaikan pekerjaan yang tersisa, karena proyek tahun jamak banyak yang tersisa dan harus diselesaikan,” tambah politisi PPP itu.

Diketahui, dalam sambutannya saat Rapat Paripurna ke-4 DPRD, Ardiansyah Sulaiman Bupati Kutim terpilih saat itu menyebut, selama masa kampanye, mereka telah mendesain skala prioritas yang harus segera dituntaskan. Di antaranya, permasalahan lahan yang masuk dalam kawasan enclave Taman Nasional Kutai (TNK), serta menyelesaikan utang pemerintah daerah.

“Kami menilai tanggungan utang itu akan menghambat program pemerintah, karenanya harus cepat dituntaskan. Kami ingin memastikan terwujudnya sinkronisasi antara kemampuan keuangan daerah dengan rencana kerja,” tegas Bupati.

Setelah memastikan skala prioritas, Bupati juga mendesain program-program unggulan untuk menjawab tantangan masa depan Kutai Timur. Terutama keberadaanya sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara baru.

Penulis: Bonar
Editor: Awan

Berita Lainnya