Kutai Kartanegara

Penganiayaan tambang ilegal Tambang Batu Bara Ilegal  Operator Excavator Pemukulan Camat Tenggarong Dipukul Penganiayaan Camat Tenggarong Arfan Boma 

Begini Kronologi Baku Hantam Camat Tenggarong dengan Terduga Penambang Ilegal



Begini Kronologi Baku Hantam Camat Tenggarong dengan Terduga Penambang Ilegal
Camat Tenggarong, Arfan Boma.

SELASAR.CO, Tenggarong - Camat Tenggarong, Arfan Boma, cekcok hingga adu pukul dengan seseorang, saat menegur operator excavator yang diduga melakukan aktivitas penambangan batu bara ilegal di kawasan Spontan, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara. 

Arfan Boma, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 13.00 Wita. Berawal dari adanya laporan penjaga kebunnya, bahwa ada aktivitas penambangan batu bara yang diduga ilegal. 

"Kebetulan tukang kebun saya berjaga di situ. Katanya, Pak, tau nggak bahwa di sekitar RT 17 di Spontan Mangkurawang ada aktivitas batu bara dan sekarang mau mengangkut. Setelah mendengar itu saya langsung berkoordinasi dengan Kapolsek, memberi tahu bahwa saya mau ke Spontan ada illegal mining," jelas Boma. 

Pada saat di lokasi, memang benar terlihat ada excavator yang sedang beraktivitas melakukan galian. Lokasi tersebut, tak jauh dari lahan kebun milik Camat Tenggarong, dan excavator itu beraktivitas di lahan M, yang merupakan rekan Camat Tenggarong.

"Kaitannya antara M dan penambang saya kurang tau, apakah sepengetahuan M atau bagaimana, saya kurang tau," ujar Boma.

Selain itu, titik dikeruknya tanah tersebut, adalah sumber air yang biasa digunakan oleh para petani untuk menyiram tanaman, bahkan dikonsumsi untuk air minum.

"Kemudian saya datangi dan menyuruh pergi, kemudian pergilah operator itu," terang Boma.

Lalu, sekitar 30 menit datanglah Lurah Mangkurawang beserta stafnya mendatangi Camat. Lalu tak berselang lama, datang T, yang diduga pemilik tambang ilegal bersama pemilik excavator tersebut.

"Sehingga terjadi cekcok dan adu argumen, karena secara praktis saya tidak setuju dengan aktivitas tambang itu, pertama alam akan rusak karena mereka tidak bertanggung jawab," katanya.

Pada saat itu juga datang salah seorang anggota TNI dari Kodim 0906 Tenggarong untuk melerai, karena anggota TNI tersebut berkebun di sekitar kawasan tersebut. Namun, T tidak menggubris dan ingin menyerang Camat.

Usai berdebat, Arfan Boma pun mengira permasalahan ini selesai. Ternyata pada saat dirinya bersandar di belakang bak mobil, T turun dari mobilnya dan langsung mengambil kayu dan menyerangnya. 

"Kemudian reflek juga, langsung saya piting dan jatuhkan ke bawah. Tiba-tiba temannya, Taufik, mendorong saya dan akhirnya saya jatuh, terus ditelungkupkan dan ditindih oleh mereka. Untungnya pak Lurah Mangkurawang sigap langsung melindungi saya dan melepaskan pitingan dari temannya," jelas Boma.

Usai peristiwa ini, penambangan di daerah tersebut tak lagi beraktivitas. Police line pun dipasang di area aktivitas penambangan tersebut.

"Tadi pagi saya tanya staf saya orang Desa Bendang yang biasa lewat di sana, katanya sudah gak ada aktivitas lagi," kata Boma. 

Dalam hal ini, menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk melakukan pencegahan terhadap penambangan ilegal di Kutai Kartanegara ini, semua masyarakat harus terlibat. Langkah selanjutnya, ia akan berkoordinasi dengan Sekkab Kukar terkait permasalahan ini. Ia pun menyebutkan, sudah membuat laporan secara tertulis dan pukul 16.00 Wita hari ini. Ia juga diminta untuk menghadap Wakil Bupati Kukar untuk memberikan laporan tersebut. Boma pun mengajak agar bersama-sama melakukan aksi memberantas tambang batu bara ilegal yang ada di Kutai Kartanegara.

"Yang kedua saya akan berkoordinasi dengan lurah untuk menjaga dan mengawal persoalan ini, agar aktivitas tambang ini jangan sampai terjadi lagi. Tapi tetap saya sampaikan kepada masyarakat, jangan bertindak sendiri dan main hakim sendiri," tutup Boma.

Penulis: Juliansyah
Editor: Awan

Berita Lainnya