Utama

Isoman Isolasi mandiri Ditemukan Meninggal Meninggal Dunia di Hotel INAFIS Samarinda 

Isolasi Mandiri, Pengusaha Asal Gresik Meninggal di Halaman Hotel Kawasan Antasari



Isolasi Mandiri, Pengusaha Asal Gresik Meninggal di Halaman Hotel Kawasan Antasari
Proses evakuasi jasad korban oleh Tim Inafis Polresta Samarinda beserta relawan. Sumber foto/istimewa.

SELASAR.CO, Samarinda - Seorang pria berinisial CH (42) ditemukan meninggal dunia, tergeletak di halaman depan hotel di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, pada hari ini, Rabu (21/7/2021).

Seorang saksi mata sekaligus petugas kebersihan hotel, Siti (30) menjelaskan CH merupakan tamu hotel yang datang dari Gresik, Jawa Timur dan telah menginap selama 6 hari. Siti menemukan CH tergeletak tak bernyawa di depan hotel pada saat dirinya sedang membersihkan lantai. Mendapati itu, ia langsung melaporkan ke resepsionis serta pemilik hotel tersebut.

"Sekitar pukul 06.30 Wita pagi saya melihat dia (CH) jalan keluar menuju halaman hotel dan tiba-tiba langsung tergeletak saja," ujar Siti.

"Saya langsung laporkan ke resepsionis dan pemilik hotel, lalu diteruskan ke kepolisian," sambungnya.

Mendapati informasi tersebut, jajaran Unit Inafis Polresta Samarinda bersama Relawan Inafis dengan cepat menuju lokasi meninggalnya CH. Setibanya di sana, Unit Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tahap awal serta melakukan evakuasi terhadap jasad CH ke RS AW Sjahranie menggunakan ambulans PMI.

Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi saat dikonfirmasi mengatakan CH merupakan pebisnis yang datang dari luar kota dan sedang menjalani isolasi mandiri di kamar hotel tersebut. Saat dilakukan identifikasi, phaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap tubuh korban.

"Dugaan sementara, CH meninggal dunia saat sedang menjalani proses isolasi mandiri. Ditemukan barang bukti berupa tanda pengenal, dompet, serta obat-obatan," kata Aipda Harry Cahyadi.

"Namun kami tidak menemukan bukti surat keterangan swab korban dan saat ini kami menunggu informasi dari pihak RS AW Sjahranie," tutup Aipda Harry Cahyadi.

Penulis: Bekti
Editor: Awan

Berita Lainnya