Ragam

Coastal Road   Tepian Sungai Mahakam  Tepian Mahakam  Rudy Mas'ud  Gubernur Kaltim 

Gubernur Mas'ud Ingin Bangun Coastal Road di Tepi Mahakam, Ada Jogging Tracknya



Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda. (Foto: Selasar/Boy)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda. (Foto: Selasar/Boy)

SELASAR.CO, Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menginginkan adanya jalan semacam coastal road yang menghubungkan Jembatan 1 (satu) Samarinda menuju Jalan Kapten Soedjono atau Jembatan Achmad Amins (Eks Jembatan Mahkota 2).

Jalan ini nantinya akan mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Otto Iskandardinata dan kawasan Selili.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan, keberadaan jalan ini nantinya tidak hanya akan dilintasi oleh pengendara, namun juga akan ada jogging track dan beberapa UMKM bisa berjualan.

“Kami bersama Pak Gubernur kan menelusuri lewat sungai, dari Jembatan 1 itu sampai dekat Jembatan Mahkota 2. Ia menginginkan di sepanjang jalur itu adanya jalan di atas air untuk bisa masyarakat jogging, UMKM ada juga di situ, dan bisa jadi icon Samarinda lah begitu,” ucap Nanda, Kamis (3/4/2025).

Nanda menjelaskan dari keinginan Gubernur ini, pihaknya akan menindaklanjuti dengan study kelayakan dan design. Kemudian, nantinya akan diputuskan jadi atau tidak.

“Study kelayakan kita usulkan tahun ini di Perubahan, mudah-mudahan bisa sama dengan Detail Engineering Design (DED),” terang Nanda.

Adapun ketinggian jalan dari permukaan air belum bisa dipastikan berapa meter. “Yang jelas di bawah jalan itu tidak bisa dilewati kapal besar, paling perahu kecil begitu yang bisa lewat di bawah karena kan itu di pinggir sungai,” ujarnya.

Kemudian untuk panjang jalannya, Nanda menuturkan dari kawasan Selili menuju Mahkota akan dibangun kurang lebih sepanjang 3 km.

“Panjang jalannya 3 km, sedangkan untuk lebar jalan masih belum ditentukan dan menunggu dari study kelayakan saja, apakah nanti jalan tersebut bisa dilewati truck atau hanya mobil dan motor saja,” kata Nanda.

Dia menambahkan, untuk pekerjaan fisik akan dilakukan pada tahun 2027 mendatang.

Penulis: Boy
Editor: Awan

Berita Lainnya