Pendidikan

pembelajaran tatap muka Belajar Tatap Muka Masuk Sekolah Sekolah Offline Sekolah Tangguh Covid-19 Kapan Mulai Sekolah Offline PTM di Kaltim 

Isran Tak Mau Ambil Risiko Membuka Pembelajaran Tatap Muka



Gubernur Kaltim, Isran Noor.
Gubernur Kaltim, Isran Noor.

SELASAR.CO, Samarinda - Samarinda saat ini telah memulai percontohan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan di 14 sekolah. Dan rencananya, jumlah sekolah yang akan memulai pembelajaran tatap muka akan terus bertambah hingga Juli mendatang.

Kebijakan yang diambil Pemkot Samarinda ini berbeda dengan kebijakan Pemprov Kaltim. Hingga saat ini, Pemprov Kaltim belum mengizinkan sekolah yang berada di bawah kewenangannya yaitu SMA sederajat, untuk kembali memulai pembelajaran tatap muka (PTM).

Hal ini kembali ditegaskan gubernur belum lama ini di depan awak media. Gubernur kaltim Isran Noor meminta agar tidak ada risiko yang diambil dalam keputusan dimulainya belajar tatap muka.

“Kalau kita belum, karena akan dievaluasi dulu. Tidak ada yang berani sekarang (memulai PTM), jangan ambil risiko dah,” ujar Isran Noor.

Isran menjelaskan, jika pembelajaran tatap muka ingin dilaksanakan kembali, setidaknya saat angka vaksinasi sudah mencapai 60 persen.

“Kecuali minimal kita sudah lakukan vaksinasi 60 persen, jadi semua pihak mulai dari guru, orangtua, hingga murid. Kalau sekarang kita belum sampai 20 persen. Kalau di Amerika sudah hampir 80 persen tervaksinasi, bahkan kalau sudah divaksin mereka tidak dilarang tidak pakai masker,” tambahnya.

Melihat angka vaksinasi ini, mantan Bupati Kutim ini pun memilih untuk tidak melaksanakan PTM dahulu, walaupun dengan mekanisme protokol kesehatan dan pembatasan-pembatasan lainnya. 

“Jadi kalau saya, soal ada pembukaan sekolah dengan kapasitas 25 persen, lalu dibatasi 2-3 jam pelajaran, tidak usah saja dulu. Fasilitas kita masih terbatas, jadi kita tahan saja dulu,” pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya